SRAGEN, INDEPT JATENG.MY.ID – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Rabu (4/11/2026) petang. Terjangan angin kencang yang terjadi sekitar pukul 17.50 hingga 19.00 WIB tersebut mengakibatkan pohon tumbang, rumah roboh, serta sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan.
Di tengah situasi tersebut, jajaran Polsek Miri bergerak cepat mendatangi lokasi bencana, mengevakuasi warga, membantu penanganan korban luka, hingga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang roboh.
Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Gunungsono, Desa Gilirejo, serta Dukuh Margomulyo RT 14, Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri.
Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya melalui Kapolsek Miri AKP Mu’alim mengatakan, begitu menerima laporan masyarakat, personel Polsek Miri langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama unsur TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat.
“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Prioritas pertama adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengevakuasi penghuni rumah ke tempat aman, membantu korban yang mengalami luka-luka, serta melakukan penanganan terhadap dampak kerusakan akibat angin puting beliung,” tegas AKP Mu’alim.
Dalam penanganan bencana tersebut, delapan personel Polsek Miri dipimpin langsung Kapolsek diterjunkan ke lokasi. Mereka bersinergi dengan personel Koramil, personel BPBD, serta relawan dan warga masyarakat.
Dampak kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Korban masing-masing Gunawan Nur Cahyono (26), Zaskia Fajar Anggraini (14), dan Sri Wahyuni (35).
Para korban mendapatkan penanganan medis. Dua korban dibawa ke RSUD Gemolong, sementara seorang korban lainnya, Sri Wahyuni, yang mengalami luka terbuka pada bagian kepala, dirujuk ke RS Dr. Moewardi Surakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain korban luka, sebuah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa pohon tumbang.
Kerusakan berupa genteng pecah serta bagian reng dan usuk bangunan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp5 juta.
Petugas gabungan bersama masyarakat juga melakukan pembersihan material bangunan dan puing-puing pohon tumbang.
Hingga pukul 22.00 WIB, puing-puing rumah roboh telah dibersihkan dan penghuni rumah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kapolsek Miri menambahkan, pihaknya bersama unsur terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan di Desa Gilirejo dan Desa Gilirejo Baru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang. Jika terjadi kondisi yang membahayakan, segera menjauh dari pepohonan besar maupun bangunan yang rawan roboh dan segera laporkan kepada petugas,” ujarnya.
Respons cepat aparat kepolisian bersama TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan bencana tersebut.
Tidak hanya memastikan situasi tetap terkendali, kehadiran petugas di lokasi juga membantu warga melewati situasi darurat, mulai dari evakuasi korban hingga pemulihan lingkungan pascakejadian.












