CILACAP, INDEPT JATENG.MY.ID // Sebanyak kurang lebih 22 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan sakit perut, mules dan diare setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (23/9/2026), ketika sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang beralamat di Jalan Lapangan No. 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.
Keluhan tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, hingga saat ini penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa terdiri dari nasi, ayam bumbu kuning, semangka, tumis kangkung dan tahu.
Keluhan Muncul Malam Hari
Sejumlah siswa mulai mengalami mules, sakit perut dan diare pada Selasa malam. Kondisi tersebut kemudian semakin terlihat pada Rabu pagi saat proses belajar mengajar berlangsung.
Banyak siswa dilaporkan harus berulang kali meminta izin ke toilet karena mengalami diare. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan pihak SPPG yang menyediakan makanan MBG.
Siswa yang mengalami keluhan selanjutnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis, termasuk dibawa ke puskesmas serta RSUD Cilacap.
Sedikitnya 22 siswa tercatat menjalani perawatan di RSUD Cilacap.
Adapun sejumlah siswa yang tercatat mendapatkan perawatan antara lain Michela Verlin Cinta, Deya Salsa, Nur Fadillah, Ariski Angraeni, Anisa Rimdi, Safadiyah Puspita, Yesi Liaswita, Maula Naswa, Deswita, Nurul Wahidah, Khadijah, Dara Meika, Anisa Nur Hidayah, Rahmadita, Firli, Naila, Sefril, Ika, Areta, Dea, Alya Tungga dan Siti Maisyaroh.
Sampel Makanan Diperiksa Laboratorium
Dinas Kesehatan disebut telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa pada Selasa (22/9/2026).
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah keluhan kesehatan para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.
Dengan demikian, dugaan keracunan makanan dalam peristiwa ini belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan.
Petugas juga telah melakukan pendataan siswa, meminta keterangan saksi serta memantau perkembangan kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan.
Dua saksi yang disebut telah dimintai keterangan yakni Masbukin, guru kimia SMA Negeri 1 Sampang, warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, serta Erwin, petugas keamanan sekolah, warga Desa Ketanggung, Kecamatan Sampang.
SPPG Penyedia MBG
Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Gerilya RT 020/RW 007, Desa Sidasari, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.
Data yang dihimpun menyebutkan SPPG tersebut menggunakan nama Yayasan Lestari Berkah Mandiri dengan nama dapur Makan Bergizi Gratis.
SPPG tersebut tercatat mulai beroperasi pada 19 Agustus 2025. Pengelolaan KSPPG disebut atas nama Sufi Jaladri, S.E., dengan luas tanah sekitar 860 meter persegi dan luas bangunan sekitar 400 meter persegi.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Menunggu Hasil Pemeriksaan
Sampai berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan menjadi salah satu acuan untuk memastikan penyebab kejadian.
Pihak sekolah, tenaga kesehatan dan unsur terkait juga melakukan monitoring terhadap kondisi siswa yang terdampak.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang dikonsumsi oleh para pelajar.
Awak media akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang. Mbah Wasis (*)












