Pelaksana Proyek Pasar Kroya Disorot, Diduga Abaikan Keselamatan Kerja Dan Tunggakan Pembayaran Vendor Capai Rp12,3 Miliar

Cilacap, Indept Jateng.My.Id – Pelaksanaan proyek Lanjutan Renovasi Pasar Kroya kembali menjadi sorotan publik. Selain dugaan pelanggaran standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kini muncul persoalan tunggakan pembayaran kepada sejumlah vendor dengan nilai fantastis yang disebut mencapai Rp12,3 miliar. Jum’at, 24/4/2026.

Sorotan ini juga datang dari Gatot Aji Suseno dari Ormas GRIB Jaya, yang mengaku prihatin atas situasi tersebut. Menurut informasi yang berkembang, berbagai upaya penyampaian aspirasi dan peringatan telah dilakukan, namun disebut belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Akibat tidak adanya respons yang memadai, kini warga masyarakat disebut mulai mendorong agar dilakukan penyelesaian secara terbuka dan tuntas terhadap hak-hak para vendor yang hingga saat ini belum terbayarkan.

Sebelumnya, proyek ini juga disorot karena adanya dokumentasi pekerja berada di ketinggian tanpa perlengkapan pengaman yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan buruh dan bertentangan dengan prinsip dasar K3 dalam pekerjaan konstruksi.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dengan nama kegiatan Lanjutan Renovasi Pasar Kroya. Nilai kontrak tercantum sebesar Rp48.723.542.000, bersumber dari APBN Tahun 2026, dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender.

Kontraktor pelaksana tercatat PT Armada Hada Graha – PT Reka Esti Utama (KSO). Dalam keterangan yang beredar, disebut nama Erwin sebagai pimpinan proyek (PM/Pimpro) dan Budi sebagai Site Manager.

Sejumlah pihak berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan audit, mediasi, dan pengawasan menyeluruh, baik terhadap aspek keselamatan kerja maupun kewajiban pembayaran kepada vendor, agar persoalan tidak semakin meluas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait masih diupayakan konfirmasi.

Berita Terkait

Berita Terbaru