Polresta Surakarta- Polda Jateng Indept Jateng.My.Id – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, Polresta Surakarta menggelar Pelatihan Fungsi Kehumasan tentang Public Speaking, Pembuatan Konten, dan Editing Video yang berlangsung di Ruang PPKO Polresta Surakarta, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani dan diikuti oleh para Kasi Humas Polsek jajaran serta perwakilan personel dari Bagian, Satuan Fungsi (Satfung), dan Seksi di lingkungan Polresta Surakarta.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas AKP Lingga Ramadhani mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial menuntut personel kehumasan Polri untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, menarik, dan mudah dipahami.
“Fungsi kehumasan memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara Polri dengan masyarakat. Oleh karena itu, personel humas harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu membuat konten yang kreatif, serta menguasai teknik editing video agar informasi yang disampaikan lebih efektif dan mampu membangun kepercayaan publik,” ujar AKP Lingga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai public speaking, mulai dari pengertian, tujuan, komunikasi verbal dan nonverbal, hingga teknik membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan publik. Peserta juga dibekali berbagai tips untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, seperti mengenali karakteristik audiens, menguasai materi, menyusun penyampaian secara sistematis, mengatur intonasi dan tempo berbicara, serta membangun interaksi yang baik dengan audiens.
Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai strategi pembuatan konten media sosial yang menarik dan relevan dengan perkembangan tren digital. Materi tersebut mencakup pentingnya mengikuti tren media sosial, memahami algoritma platform digital, melakukan riset tren melalui fitur Explore maupun For You Page (FYP), memanfaatkan hashtag yang sedang populer, hingga menyusun format konten yang sesuai dengan karakter masing-masing platform media sosial.
AKP Lingga menjelaskan bahwa mengikuti perkembangan tren digital menjadi salah satu kunci agar informasi yang dipublikasikan institusi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Konten yang mengikuti tren dengan tetap mengedepankan identitas institusi memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau masyarakat melalui algoritma media sosial. Namun demikian, kreativitas tetap harus dibangun dengan mengedepankan etika, akurasi informasi, serta menghindari praktik menyalin atau copy-paste konten,” jelasnya.
Dalam sesi berikutnya, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam produksi konten digital guna memperluas jangkauan informasi, termasuk memanfaatkan fitur kolaborasi dan remix pada berbagai platform media sosial.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi dasar editing video, mulai dari konsep penyusunan alur cerita, teknik pemotongan gambar, pengaturan ritme video, penggunaan transisi, color grading, pengolahan audio, hingga proses rendering sebelum dipublikasikan.
Sebagai aplikasi editing yang banyak digunakan saat ini, CapCut diperkenalkan kepada seluruh peserta. Materi meliputi pengenalan fitur-fitur dasar seperti split dan trim, penambahan teks dan auto caption, penggunaan musik bebas hak cipta, filter visual, efek video, hingga pemanfaatan template yang tersedia untuk menghasilkan konten yang lebih menarik dan profesional.
Menurut AKP Lingga, kemampuan editing video saat ini menjadi kompetensi yang harus dimiliki personel humas karena mayoritas penyebaran informasi kepada masyarakat dilakukan melalui platform digital berbasis video pendek.
“Konten video yang dikemas dengan baik akan lebih mudah dipahami masyarakat, memiliki daya tarik yang tinggi, serta mampu meningkatkan interaksi dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” katanya.
Kasihumas menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Surakarta dalam meningkatkan kualitas fungsi kehumasan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan kebutuhan informasi masyarakat.
“Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kemampuan public speaking, pembuatan konten kreatif, serta editing video merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki personel humas untuk mendukung penyebarluasan informasi kepolisian secara profesional, edukatif, dan humanis. Dengan pemanfaatan aplikasi seperti CapCut serta penerapan teknik komunikasi yang efektif, personel diharapkan mampu menghasilkan konten informasi yang kreatif, menarik, mudah dipahami, sekaligus memperkuat citra positif Polri, khususnya Polresta Surakarta, di ruang digital,” pungkasnya.












